Manusia Dan Cinta Kasih
DEVI AYU LESTARI
51419702
1IA15
Pengertian Cinta Kasih
Cinta adalah rasa sangat suka atau sayang (kepada) ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih, artinya perasaan sayang atau cinta (kepada) atau sangat menaruh belas kasihan. Dengan demikian cinta kasih dapat diatikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
Cinta adalah rasa sangat suka atau sayang (kepada) ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih, artinya perasaan sayang atau cinta (kepada) atau sangat menaruh belas kasihan. Dengan demikian cinta kasih dapat diatikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
Walaupun cinta kasih mengandung arti hampir bersamaan, namun
terdapat perbedaan juga antara keduanya. Cinta lebih mengandung pengertian
mendalamnya rasa, sedangkan kasih lebih keluarnya; dengan kata lain bersumber
dari cinta yang mendalam itulah kasih dapat diwujudkan secara nyata.
Menurut Kamus
Umum Bahasa Indonesia karangan J.S. Purwodarminta, cinta adalah rasa sangat
suka (kepada) atau rasa sayang (kepada), ataupun rasa sangat kasih atau sangat
tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih, artinya perasaan sayang atau cinta
(kepada) atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian, arti cinta dan kasih itu
hamper sama sehingga kata kasih dapat dikatakan lebih memperkuat rasa cinta.
Oleh karena itu, cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang)
kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
Unsur – Unsur Cinta
dalam Segitiga Cinta
Terdapat perbedaan antara cinta dan kasih, cinta lebih
mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam sedangkan kasih merupakan
pengungkapan untuk mengeluarkan rasa, mengarah kepada yang dicintai. Cinta
samasekali bukan nafsu.
Perbedaan antara cinta dengan nafsu adalah sebagai berikut:
1. Cinta bersifat manusiawi
2. Cinta bersifat rokhaniah sedangkan nafsu bersifat jasmaniah.
3. Cinta menunjukkan perilaku memberi, sedangkan nafsu cenderung menuntut.
1. Cinta bersifat manusiawi
2. Cinta bersifat rokhaniah sedangkan nafsu bersifat jasmaniah.
3. Cinta menunjukkan perilaku memberi, sedangkan nafsu cenderung menuntut.
Cinta juga selalu
menyatakan unsur - unsur dasar tertentu yaitu:
1. Care
(perhatian).
Cinta harus melahirkan perhatian pada objek
yang dicintai.
Kalau kita mencintai diri sendiri, maka kita
akan memperhatikan kesehatan dan kebersihan diri. Kalau kita mencintai orang
lain, maka kita akan memperhatikan kesulitan yang dihadapi orang tersebut dan
akan berusaha meringankan bebannya.
Kalau kita mencintai Allah Swt., maka kita
akan memperhatikan apa saja yang Allah ridhai dan yang dimurkai-Nya.
2. Responsibility (tanggung jawab).
Cinta harus melahirkan sikap bertanggungjawab
terhadap objek yang dicintai.
Orang tua yang mencintai anaknya, akan
bertanggung jawab akan kesejahteraan material, spiritual dan masa depan
anaknya. Suami yang mencintai isterinya, akan bertanggung jawab akan
kesejahteraan dan kebahagiaan rumah tangganya. Karyawan yang mencintai
perusahaannya, akan bertanggung jawab akan kemajuan perusahaannya.
Orang yang mencintai Tuhannya, akan
bertanggung jawab untuk melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi
larangan-Nya.Itulah Responsibility.
3. Respect (hormat).
Cinta harus melahirkan sikap menerima apa
adanya objek yang dicintai,
kelebihannya kita syukuri, kekurangannya kita
terima dan perbaiki. Tidak bersikap sewenang-wenang dan selalu berikhtiar agar
tidak mengecewakannya.Inilah yang disebut respect.
4. Knowledge (pengetahuan).
Cinta harus melahirkan minat untuk memahami
seluk beluk objek yang dicintai.
Kalau kita mencintai seorang wanita atau pria
untuk dijadikan isteri atau suami, maka kita harus berusaha memahami
kepribadian, latar belakang keluarga, minat, dan ketaatan beragamanya. Kalau
kita mencintai Tuhan, maka harus berusaha memahami ajaran-ajaran-Nya. Kalau
empat unsur ini ada dalam kehidupan kita, Insya Allah hidup ini akan bermakna.
Apapun yang kita lakukan, kalau berbasiskan
cinta pasti akan terasa ringan.
Karena itu nabi Saw pernah bersabda: “Tidak
sempurna iman seseorang kalau dia belum mencintai orang lain sebagaimana dia
mencintai dirinya sensiri”.
“ Cintai oleh mu mahluk yang ada di muka bumi,
pasti Allah akan mencintaimu”. (HR. Muslim)
Menurut Dr. Salito W. Sarwono dalam artikel yang berjudul Segitiga Cinta , bukan cinta segitiga dikatakan bahwa cinta yang ideal memiliki 3 unsur, yaitu:
• Keterikatan
Adalah adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala
prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dengan dirinya.
Contoh rasa cinta yang ada pada bayi yang mana bayi tersebut memiliki rasa
keterkaitan dan ketergantngan kepada orang tuanya dan begitu juga sebaliknya
orang tua bayi tersebut tidak akan pergi tanpa membawa bayinya. Orang tersebut
memiliki suatu hubungan yang sudah mengikat mereka dalam cinta.
• Keintiman
danya kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa
antara Anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi panggilan formal seperti
bapak, ibu saudara digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan
sayang dan sebagainya.Contoh yang terjadi kepada suami-istri makan
minum dari satu piring, cangkir tanpa rasa risih, saling memakai uang
tanpa rasa berhutang, tidak saling menyimpan rahasia dan lain-lainya. dan juga
yang terjadi pada sepasang sahabat yang memang sudah tidak ada jarak lagi pada
diri mereka.
• Kemesraan
Adanya rasa ingin membelai dan dibelai, rasa kangen rindu
kalau jauh atau lama tak bertemu, adanya ungkapan-ungkapan rasa sayang dan
seterusnya. Kasus contohnya yang terjadi kepada remaja yang sedang dimabuk
cinta atau istilah yang sering terdengar adalah pacaran. Dimana kebanyakan dari
mereka mengungkapkan rasa sayangnya lewat belaian, sentuhan perhatian dll.
Begitu pula halnya kepada sepasang suami-istri, orang tua-anak , dan lain
sebagainya.
Triangular Theory of Love (Teori Segitiga Cinta)
Di dalam teori ini, cinta
digambarkan memiliki tiga elemen/komponen yang berbeda, yaitu : keintiman (intimacy),
gairah/nafsu (passion), dan kesepakatan/komitmen(commitment).
Teori ini dikemukakan oleh Robert Sternberg, seorang ahli
psikologi. Berbagai gradasi maupun jenis cinta timbul karena perbedaan
kombinasi di antara ketiga elemen tersebut. Suatu hubungan interpersonal yang
didasarkan hanya pada satu elemen ternyata lebih rapuh daripada bila didasarkan
pada dua atau tiga elemen.
Berdasarkan “Triangular Theory of
Love” disebutkan beberapa bentuk-bentuk (wajah) cinta, yaitu :
- Menyukai(liking) atau pertemanan karib (friendship), yang hanya memiliki elemen intimacy. Dalam jenis ini, seseorang merasakan keterikatan, kehangatan, dan kedekatan dengan orang lain tanpa adanya perasaan gairah/nafsu yang menggebu atau komitmen jangka panjang.
- Tergila-gila(infatuation) atau pengidolaan (limerence), hanya memiliki elemenpassion. Jenis ini disebut juga Infatuated Love, seringkali orang menggambarkannya sebagai “cinta pada pandangan pertama”. Tanpa adanya elemen intimacy dan commitment, cinta jenis ini mudah berlalu.
- Cinta hampa(empty love), dengan elemen tunggal commitment di dalamnya. Seringkali cinta yang kuat bisa berubah menjadi empty love, yang tertinggal hanyalah commitment tanpa adanya intimacy dan Cinta jenis ini banyak dijumpai pada kultur masyarakat yang terbiasa dengan perjodohan atau pernikahan yang telah diatur.
- Cinta romantis(romantic love). Cinta jenis ini memiliki ikatan emosi dan fisik yang kuat (intimacy) melalui dorongan passion.
- Cinta persahabatan sejati(companionate love). Didapatkan pada hubungan yang telah kehilangan passion tetapi masih memiliki perhatian dan intimacy yang dalam serta Bentuk cinta seperti ini biasanya terjadi antar sahabat yang berlawanan jenis.
- Cinta semu(fatuous love), bercirikan adanya masa pacaran dan pernikahan yang sangat bergelora dan meledak-ledak (digambarkan “seperti angin puyuh”),commitment terjadi terutama karena dilandasi oleh passion, tanpa adanya pengaruh intimacy sebagai penyeimbang.
- Cinta sempurna(consummate love), adalah bentuk yang paling lengkap dari cinta. Bentuk cinta ini merupakan jenis hubungan yang paling ideal, banyak orang berjuang untuk mendapatkan, tetapi hanya sedikit yang bisa memperolehnya. Sternberg mengingatkan bahwa memelihara dan mempertahankan cinta jenis ini jauh lebih sulit daripada ketika meraihnya. Sternberg menekankan pentingnya menerjemahkan elemen-elemen cinta ke dalam tindakan (action). “Tanpa ekspresi, bahkan cinta yang paling besar pun bisa mati” kata Sternberg.
- Non Love, adalah suatu hubungan yang tidak terdapat satupun dari ketiga unsur tersebut. hanya ada interaksi namun tidak ada gairah, komitmen, ataupun rasa suka.
Tingkatan – Tingkatan
Cinta.
Cinta memiliki 3 tingkatan, yaitu
tinggi, menengah dan rendah.
Cinta tingkat tertinggi
Adalah cinta kepada ALLAH, tak
diragukan lagi bahwa seorang yang telah merasakan kelezatan iman di dalam
hatinya, ia akan mencurahkan segala cintanya hanya kepada Tuhan. Karena ia
telah meyakini bahwa dzat Tuhanlah yang maha sempurna, maha indah dan maha
agung. Tak ada satupun selain Dia yang memiliki kesempurnaan sifat-sifat
tersebut. Maka dengan ketulusan iman yang sejati itulah yang harus diikuti
karena Dialah yang maha tinggi, maha sempurna dan maha agung.
Cinta tingkat menengah
Adalah cinta kepada orang tua, anak,
saudara, istri atau suami dan kerabat. Hakikat cinta menengah adalah suatu
energi yang datang dari perasaan hati dan jiwa. Ia timbul dari perasaan
seseorang yang dicintainya, aqidah, keluarga, kekerabatan, atau persahabatan.
Karena hubungan cinta, kasih sayang dan kesetiaan di antara mereka semakin
akrab. Berangkat dari perasaan lembut yang ditanamkan oleh Tuhan dalam hati dan
jiwa seseorang inilah, akan terbentuk perasaan kasih sayang dan cinta dari
seseorang terhadap orang lain: seorang anak terhadap orang tuanya, orang tua
terhadap anak-anaknya, seorang suami terhadap istrinya atau sebaliknya istri
terhadap suaminya, cinta seseorang terhadap sanak saudara dan keluarganya,
cinta seseorang terhadap sahabatnya, atau seorang penduduk pada tanah airnya.
Adapun pengaruh yang ditimbulkan
oleh cinta menengah ini akan nampak jelas hasilnya. Jika bukan disebabkan
perasaan kasih sayang yang ditanamkan oleh Tuhan dalam hati, sepasang suami
istri, tentu tidak akan terbentuk suatu keluarga, tak akan ada keturunan, tak
akan terwujud asuhan, bimbingan dan pendidikan terhadap anak.
Cinta tingkat terendah
Adalah cinta yang lebih mengutamakan
cinta keluarga, kerabat, harta dan tempat tinggal. Cinta tingkat terendah
adalah cinta yang paling keji, hina dan merusak rasa kemanusiaan. Karena itu ia
adalah cinta rendahan. Bentuknya beraneka ragam, yaitu:
Cinta kepada thagut. Thagut adalah
syetan, atau sesuatu yang disembah selain Tuhan. Cinta berdasarkan hawa nafsu.
Cinta yang lebih mengutamakan kecintaan pada orang tua, anak, istri, perniagaan
dan tempat tinggal.
Cinta menurut ajaran agama
Ada yang
berpendapat bahwa etika cinta dapat dipahami dengan mudah tanpa dikaitkan
dengan agama. Tetapi dalam kenyataan hidup manusia masih mendambakan tegaknya
cinta dalam kehidupan ini. Di satu pihak, cinta didengkan dengan lagu dan
organisasi perdamaian dunia, tetapi di pihak lain dalam praktek kehidupan cinta
sebagai dasar kehidupan jauh dari kenyataan. Atas dasar ini, agama memberikan
ajaran cinta kepada manusia.
Dalam kehidupan manusia, cinta menampakkan
diri dalam berbagai bentuk. Kadang-kadang seseorang mencintai dirinya sendiri.
Kadang- kadang mencintai orang lain, atau juga istri dan anaknya, harta, atau
Allah dan Rasulnya.
Cinta dalam pandangan islam seperti
iman, yaitu diyakini dengan hati, diucapkan dengan lisan, dan dibuktikan dengan
tindakan. Karena mencintai merupakan salah satu ciri orang-orang beriman.
– Diyakini dengan hati, yaitu cinta
datang bukan berasal dari dorongan nafsu. Tetapi, cinta datangnya dari iman di
dalam diri yang mengedepankan akhlak mulia dan ketaqwaan kepada Allah swt.
Karena cinta atas dasar nafsu takkan mendatangkan kebahagiaan dan ketentraman
di jiwa, kecuali kesengsaraan dan kehinaan yang berkepanjangan.
– Diucapkan dengan lisan, yaitu
cinta diucapkan kepada seseorang yang kita cintai, dan itu termasuk sunnah
karena Rasulullah sendiri menganjurkannya. Namun ada aturannya, yaitu cinta
diucapkan kepada yang sudah mukhrim (halal), teman yang shalih, dan yang paling
penting adalah kepada orang tua.
– Dibuktikan dengan tindakan, karena
Rasulullah saw pernah berkata bahwa jika ada seorang laki-laki mencintai
seorang perempuan, maka melamarnya untuk dijadikan istri merupakan bentuk dari
pembuktian cintanya. Jika menyukai, segera nikahi. Tetapi kalau belum mampu,
maka berpuasalah, Yaitu kendalikan nafsu dan cintai dalam diam. Itu semua demi
menjaga kesucian diri sendiri dan kusucian dia yang dicintai.
Cinta secara hakikatnya jika
dipandang secara umum yaitu sedia mengorbankan waktu, tenaga, dan harta kita
hanya untuk sesuatu yang kita cintai. Sedangkan cinta secara hakikatnya jika
dipandang secara syari’at islam yaitu mencintai seseorang atas dasar ketaqwaan
kita kepada Allah swt. Jadi, kalau bisa kita simpulkan dari dua pandangan
tersebut bahwa, cinta secara hakikatnya yaitu sedia mengorbankan waktu, tenaga,
dan harta kita kepada Allah swt. dengan tujuan untuk kemaslahatan manusia.
Pada realitanya betapa banyak orang
yang mengatakan cinta kepada Allah, namun sangat sedikit yang berani berkorban
yang terbaik untuk-Nya dan agama-Nya. Untuk mendapatkan kesenangan dunia, kita
berani berkorban apa saja milik kita yang terbaik. Namun untuk meraih
kebahagiaan akhirat, surga dan ridha Allah kita hanya berkorban seadanya.
Macam-macam Cinta
Menurut Erich Fromm (1983 : 54)
dalam bukunya Seni Mencintai mengemukakan tentang adanya berbagai macam-cinta
yang dapat di uraikan sebagai berikut :
- Cinta Diri Sendiri
Secara alami manusia mencintai
dirinya sendiri (self love) dan banyak orang yang menafsirkan cinta diri
sendiri diidentikan dengan egoistis. Jika demikian cinta diri sendiri ini
bernilai negatif. Namun apabila diartikan bahwa cinta diri sendiri adalah
mengurus dirinya sendiri, sehingga kebutuhan jamsmani dan rohaninya terpenuhi
seimbang ini bernilai positif. Dengan
demikian cinta terhadap dirinya tidak harus dihilangkan tetapi harus berimbang
dengan cinta kepada orang lain untuk berbuat baik.
- Cinta Sesama Manusia / Persaudaraan
Cinta kepada sesama manusia atau
persaudaraan (agape. Bahasa Yunani) itu merupakan watak manusia itu sendiri dan
diwujudkan dalam tingkah laku atau perbuatannya kepada sesama manusia.
Perbuatan dan perlakuan yang baik kepada sesama manusia bukan berarti karena
seseorang itu membela, menyetujui, mendukung dan berguna, bagi dirinya,
melainkan dating dari hati nuraninya yang ikhlas disertai tujuan yang mulia.
Motivasi perbuatan dan perlakuan seseorang mencintai sesama manusia itu
disebabkan karena pada dasarnya manusia tidak dapat hidup sendirian (manusia
sebagai makhluk social) dan sudah merupakan suatu kewajiban.
- Cinta Erotis
Cinta yang erat dorongannya dengan
dorongan seksual (sifat membirahikan) ini merupakan sifat eksklusif (khusus)
yang bias memperdayakan cinta yang sebenarnya. Hal itu dikarenakan cinta dan
nafsu tersebut letaknya tidak berbeda jauh. Disi lain Cinta erotis jika
didasari dengan cinta ideal, kasih sayang, keserasian maka berfungsi dalam
melestarikan keturunan dalam ikatan yang sah yaitu pernikahan. Sebaliknya jika
tidak didasari kasih sayang yaitu nafsu yang membutakan akal pikiran sehingga
yang ada hanya nafsu birahi didalamnya akan timbul rasa ketidak puasan bias
berakhir dengan sebuah perceraian bahkan akan mungkin timbul juga
perselingkuhan atau ke tempat pelacuran yang didalamnya tidak mungkin akan
timbul rasa kasih sayang karena yang
ada hanya nafsu birahi berhubungan badan saja, dengan uang sebagai bayarannya.
- Cinta Keibuaan
Kasih sayang itu bersumber dari
cinta keibuan, yang paling asli dan yang terdapat pada diri seorang ibu
terhadap anaknya sendiri. Ibu dan anak terjalin suatu ikatan fisiologi. Seorang
ibu akan memelihara anaknya dengan hati-hati penuh dengan kasih sayang dan
naluri alami seorang ibu. Sedangkan menurut para ahli ilmu jiwa berpendapat
bahwa dorongan kebapakan bukan karena fisologis, melainkan dorongan psikis.
- Cinta terhadap Allah
Merupakan puncak cinta manusia, yang
paling jernih, spiritual dan yang dapat memberikan tingkat perasaan kasih sayang
yang luhur, khususnya perasaan simpatik dan sosial. Cinta yang ikhlas seorang
manusia kepada Allah akan membuat cinyta menjadi kekuatan pendorong yang
mengarahkannya dalam kehidupan dan menundukkan semua bentuk cinta yang lain.
- Cinta terhadap Rasul
Ini merupakan ideal yang sempurna
bagi manusia baik dalam tingkah laku, moral, maupun berbagai sifat luhur
lainnya.
Mewujudkan Cinta Kasih
Untuk dapat mewujudkan cinta kasih
dan sayang dalam kehidupan agar tentram damai dan bahagia dapat dengan cara :
- Cara mewujudkan cinta diri sendiri
Dapat dilakukan dengan mengurus
dirinya sendiri, sehingga kebutuhan jasmani dan rohani dirinya sendiri
terpenuhi secara wajar. Contohnya mandi, menyisir rambut, memaka wangi-
wangian, mengenakan baju yang sopan tidak melanggar adat atau norma yang ada.
- Cara mewujudkan cinta sesama manusia / persaudaraan
Dapat dilakukan dengan perbuatan
yang bersifat sosial dan kemanusian. Contohnya saling tolong menolong, kerja
bakti, saling tepo seliro, Jean Henry Dunant ( 1882-1910) seorang bankir dan
penulis berkebangsaan Swiss yang atas suka relanya menolong setiap orang yang
menderita luka-luka dalam pertempuran Solferino (1859) mendirikan Palang Merah
International (1863)
- Cara mewujudkan cinta erotis
Dapat dilakukan apabila dilandasi
dasar cinta kasih yang bertanggung jawab dan tidak melanggar adat atau norma
yang ada. Contohnya cinta eotis seorang lelaki terhadap perempuan yang di sudah
di ikat pernikahan di dasari percintaan.
- Cara mewujudkan Cinta Keibuan
Dapat dilakukan dengan dilandasi
kasih sayang ibu yang tak terhingga terhadap anaknya dari sejak dikandung,
melahirkan, dan mengurus sampai menikahkan dengan tanpa pamrih sedikitpun dan
doanya yang selalu menginginkan dan melihat anaknya bahagia di jauhkan dari
segala kesusahan.
- Cara mewujudkan Cinta kepada Allah
Dapat dilakukan dengan dilandasi
cinta yang teramat sangat dan meniadakan Tuhan selain Allah dengan beraqidah
yang kokoh dan bertaqwa atau menjalankan segala perintah dan menjauhi larangan
yang sudah di tentukan Nya.
- Cara mewujudkan Cinta kepada Rasull
Dapat dilandasi dengan cinta dengan
mencontoh suri teladan yang baik yang ada pada diri rasul yaitu sidiq, tablig,
amanah, dan fatonah yang di laksanakan setiap saat selama masih diberi
kehidupan oleh sang maha hidup.
Pengertian Kasih Sayang
Sayang
menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia di artikan kasihan. Oleh
karena itu,kasih sayang diartikan sebagai cinta,kasih atau amat suka. Dengan
demikian,maka sayang memperkuat rasa kasih seseorang yang diwujudkan dalam
tindakan yang nyata,dan semua nya bersumber dari rasa cinta.
Menurut Erich Fromm (1983
: 54 ) dalam bukunya Seni Mencintai yang disebut cinta adalah
sikap, suatu orientasi watak yang menentukan hubungan pribadi dengan dunia
keseluruhan,bukan menuju suatu “objek” cinta. Selanjutnya, ia mengemukakan juga
tentang adanya cinta persaudaraan,cinta keibuan,cinta erotis,cinta diri
sendiri,dan cinta terhadap Allah.
Kasih sayang, dasar
komunikasi dalam suatu keluarga. Komunikasi antara anak dan orang tuanya pada
prinsipnya anak terlahir dan terbentuk sebagai hasil curahan kasih sayang orang
tuanya. Pengembangan watak anak dan selanjutnya tak boleh lepas dari kasih
sayang dan perhatian orang tuanya. Suatu hubungan yang harmonis akan terjadi
bila hal itu terjadi secara timbal balik antara orang tua dan anak.
Macam-macam Cinta Kasih Dari Orang Tua
Untuk kasih sayang antara orang tua
dan anak, adanya kasih sayang ini mempengaruhi kehidupan sang anak dalam
masyarakat. Orang tua dalam memberikan kasih sayangnya bermacam – macam
demikian sebaliknya. Dari cara pemberian cinta kasih dapat dibedakan :
- Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat pasif.
Orang tua memberikan kasih sayang
baik moral dan materiil sebanyak- banyaknya. Sang anak hanya menerima dan tidak
memberikan respon. Hal ini dapat menyebabkan anak menjadi takut, kurang berani
dalam masyarakat, tidak berani menyampaikan pendapat, minder, sehingga si anak
tidak mampu berdiri sendiri di dalam masyarakat.
- Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat aktif.
Dalam hal ini si anak
berlebih-lebihan memberikan kasih sayang kepada orang tuanya, kasih sayang ini
diberikan secara sepihak, namun orang tua hanya mendiamkan dan tidak membalas perilaku
si anak, tidak memberikan perhatian apa yang diperbuat si anak.
- Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat pasif.
Disini jelas bahwa masing-masing
hanya membawa hidupnya, tingkah lakunya sendiri-sendiri, tanpa saling
memperhatikan. Kehidupan keluarga sangat dingin karena tidak adanya kasih
sayang antara orang tua dan anak, masing-masing membawa caranya sendiri, tidak
ada tegur sapa jika tidak perlu. Orang tua hanya memenuhi kebutuhan materi
saja.
- Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat aktif
Didalam hal ini orang tua dan anak
saling memberikan kasih sayang dengan sebanyak-banyaknya. Sehingga hubungan
antara orang tuadan anak sangat intim dan mesra, saling mencintai, saling
menghargai, dan saling membutuhkan. Kasih sayang itu nampak sekali bila seorang
ibu sedang menyusui tau menggendong, bayinya itu diajak bercakap-cakap,
ditimang-timang, dinyanyikan, meskipun bayi itu tak tahu arti kata-kata, lagu
dan sebagainya.
Contoh-contoh Tentang Kasih Sayang
- Cinta kasih antar orang tua dan anak : orang tua yang memperhatikan dan memenuhi kebutuhan anaknya, berarti mempunyai rasa cinta kasih terhadap anak. Mereka selalu mengharapkan agar anaknya menjadi orang baik dan berguna di kemudian hari. Terdapat juga sebuah kisah dimana seorang ibu yang memotong dagingnya untuk dimakan oleh anaknya karena mereka tidak memiliki makanan dan kisah seorang ayah yang menghisap jari jempol anak nya yang membusuk dan bernanah agar anaknya tidak merasa kesakitan lagi
- Cinta kasih antara pria dan wanita : seseorang pria menaruh perhatian terhadap seorang gadis dengan perilaku baik, lemah lembut, sopan, apalagi memberikan seuntaian mawar merah, berarti ia menaruh cinta kasih terhadap gadis itu.
- Cinta kasih antara manusia : apabila seorang sahabat berkunjung ke rumah kawannya yang sedang sakit dan membawa obat kepadanya berarti bahwa sahabat itu menaruh cinta kasih terhadap kawannya yang sakit itu.
- Cinta kasih antara manusia dan Tuhan : apabila seorang taat beribadah, menurut perintah tuhan, dan menjauhi larangan-Nya, orang itu mempunyai cinta kasih kepada tuhan penciptanya.
- Cinta kasih manusia terhadap lingkungan : apabila seseorang menciptakan taman yang indah, memelihara taman pekarangan, tidak menebang kayu di hutan seenaknya, menanam tanah gundul dengan teratur, tidak berburu hewan secara semena-mena atau dikatakan bahwa orang itu menaruh cinta kasih atau menyayangi lingkungan hidupnya.
KEMESRAAN
Kemesraan berasal dari kata mesra,
yang artinya perasaan simpati yang akrab. Kemesraan ialah hubungan yang akrab
baik antara pria wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah
tangga. Kemesraan dapat menciptakan berbagai bentuk seni sesuai dengan
kemampuan bakatnya.
Kemesraan pada dasarnya merupakan
perwujudan kasih sayang yang mendalam. Kemesraan merupakan perwujudan kasih sayang
yang telah mendalam. Cinta yang berlanjut menimbulkan pengertian mesra atau
kemesraan. Kemesraan adalah perwujudan dari cinta. Kemesraan dapat menimbulkan
daya kreativitas manusia.
Filsuf Rusia, Salovjef dalam bukunya
makna kasih mengatakan “jika seorang pemuda jatuh cinta pada seorang gadis
secara serius, ia terlempar dari ke luar dari cinta diri. Ia mulai hidup untuk
orang lain.” Pernyataan ini dijabarkan secara indah oleh William Shakespeare
dalam kisah “Romeo dan Juliet”, bila di Indonesia kisah Roro mendut-Pronocitro.
Ada pula, Tingkatan kemesraan dapat
dibedakan berdasarkan umur, yaitu:
- Kemesraan dalam Tingkat Remaja, terjadi dalam masa puber atau genetal pubertas yaitu dimana masa remaja memiliki kematangan organ kelamin yang menyebabkan dorongan seksualitasnya kuat.
- Kemesraan dalam Rumah Tangga, terjadi antara pasangan suami istri dalam perkawinan. Biasanya pada tahun tahun wal perkawinan, kemesraan masih sangat terasa, namun bisa sudah agak lama biasanya semakin berkurang.
- Kemesraan Manusia Usia Lanjut, Kemesraan bagi manusia berbeda dengan pada usia sebelumnya. Pada masa ini diwujudkan dengan jalan – jalan dan sebagainya.
Contoh
puisi tentang kemesraan kepada kekasih hati yang terpendam :
Haruskah
aku nyanyikan cintaku
Agar
kau dengar suara hatiku
Haruskah
aku lukis rasa sayangku
Agar
dapat kau lihat ketulusanku
haruskah
kutulis semua kerinduanku
Agar
kau sedikit saja mngerti Betapa aku menanti cintamu
selembar
doa ku layangkan padamu
mengharap
kau tetap disampingku
menemani
lingkar hidupku
Meski
aku tahu
Aku
terasa tak mampu memilikimu
Hanya
lewat guratan kata
Kuhaturkan
segenap rasa
Yang
kupendam dalam puncak asmara
Takan
hilang dalam hitungan masa
Jika
tuhan mngijinkan
Ijinkan
aku menyangimu dalam derai tawa
Dalam
tangis air mata
ataupun
Dalam
cinta yang terpendam rahasia
Pemujaan
Salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhannya yang
diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Kecintaan manusia kepada Tuhan tidak
dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Hal ini ialah karena pemujaan kepada Tuhan
adalah inti, nilai dan makna kehidupan yang sebenarnya.
Pemujaan adalah dimana kita memuja
atau mengagungkan sesuatu yang kita senangi. Pemujaan dapat dilakukan dalam
berbagai aspek seperti memuja pada leluhur, memuja pada agama tertentu dan
kepercayan yang ada, seperti Pemujaan pada leluhur adalah suatu
kepercayaa bahwa para leluhur yang telah meninggal masih memiliki kemampuan
untuk ikut mempengaruhi keberuntungan orang yang masih hidup. Dalam beberapa
budaya Timur, dan tradisi penduduk asli Amerika, tujuan pemujaan leluhur adalah
untuk menjamin kebaikan leluhur dan sifat baik pada orang hidup, dan
kadang-kadang untuk meminta suatu tuntunan atau bantuan dari leluhur. Fungsi
sosial dari pemujaan leluhur adalah untuk meningkatkan nilai-nilai kekeluargaan,
seperti bakti pada orang tua, kesetiaan keluarga, serta keberlangsungan garis
keturunan keluarga.
Belas Kasihan
Belas kasih (composian) adalah
kebajikan satu di mana kapasitas emosional empati dan simpati untuk penderitaan
orang lain dianggap sebagai bagian dari cinta itu sendiri, dan landasan
keterkaitan sosial yang lebih besar dan humanisme-dasar ke tertinggi
prinsip-prinsip dalam filsafat, masyarakat, dan kepribadian .
Cinta sesama ini diberikan istilah belas kasihan untuk membedakan
antara cinta kepada orang tua, pria-wanita,cinta kepada Tuhan. Perbuatan
atau sifat menaruh belas kasihan adalah orang yang berahlak. Manusia mempunyai
potensi untuk berbelas kasihan. Masalahnya, sanggupkah dia menggugah potensi
belas kasihanya itu. Bila orang itu tergugah hatinya maka berarti orang berbudi
dan terpujilah oleh Allah SWT.
Dalam esaion love, ada pengertian bahwa cinta adalah rasa persatuaan tanpa syarat. Itu berarti, dalam rasa belas kasihan tidak terkandung unsur pamrih. Belas kasihan yang kita tumpahkan benar-benar dari lubuk hati yang ikhlas. Kalau kita memberikan uang pada pengemis agar mendapatkan pujian, itu berarti tidak ikhlas, berarti ada tujuan tertentu. Hal seperti itu banyak terjadi dalam masyarakat.
Dalam esaion love, ada pengertian bahwa cinta adalah rasa persatuaan tanpa syarat. Itu berarti, dalam rasa belas kasihan tidak terkandung unsur pamrih. Belas kasihan yang kita tumpahkan benar-benar dari lubuk hati yang ikhlas. Kalau kita memberikan uang pada pengemis agar mendapatkan pujian, itu berarti tidak ikhlas, berarti ada tujuan tertentu. Hal seperti itu banyak terjadi dalam masyarakat.
Cara-cara menumpahkan belas kasih :
Berbagai macam cara orang
memberikan belas kasihan bergantung kepada situasi dan kondisi, seperti :
1. Ada yang memberikan uang.
2. Ada yang memberikan barang.
3. ada yang memberikan pakaian,
makanan dll.
Cinta Kasih Erotis
Cinta erotis adalah kehausan akan
penyatuan sempurna akan penyatuan dengan yang lainnya. Keinginan untuk bersatu
dan berteman dengan lawan jenis, untuk menghilangkan sepi atau untuk
menenangkan suatu naluri seksual. Cinta kasih dapat merangsang keinginan untuk
bersatu secara seksual. Namun apabila penyatuan fisis tadi tidak dilandasi oleh
cinta kasih maka hanya akan membawa pada penyatuan yang bersifat pesta pora dan
sementara saja.
Cinta kasih erotis, apabila
benar-benar sebuah cinta sejati, mempunyai satu pendirian yaitu bahwa seseorang
sungguh-sungguh mencintai dan mengasihi dengan jiwanya yang sedalam-dalamnya
dan menerima pribadi lawan jenisnya. Cinta ini terjadi antara dua orang anak
manusia berlainan jenis, yang ingin menyatukan diri mereka untuk mengisi
kekosongan hidup dan sebagai teman hidup dalam mengarungi bahtera kehidupan.
Dengan
demikian maka, baik pandangan bahwa cinta kasih erotis merupakan atraksi
individual belaka maupun pandangan bahwa cinta kasih erotis itu tidak lain
daripada perbuatan kemauan. Oleh karena itu, gagasan bahwa hubungan pernikahan
mudah saja dapat diputuskan apabila orang tidak bersukses didalamnya, merupakan
gagasan bahwa hubungan semacam itu, didalam keadaan bagaimanapun, tidak boleh
diputuskan.
Kesimpulan
Manusia pada hakikatnya tidak
akan dapat terpisahkan dari Cinta kasih dan sayang.Cinta kasih Ideal itu adanya
tiga unsur yaitu keterikatan, keintiman dan kemesraan atau sering juga di sebut
Segitiga Cinta yang satu sama lain harus sinergi, selaras, seimbang satu sama
lain.
Cinta itu mulia, bisa sangat
indah, cinta itu sebuah kebahagiaan, tetapi manakala cinta itu tidak sesuai
dengan apa yang diharpakan, apa yang diperkirakan dan apa yang didambakan
bertolak belakang dari kenyataaan yang sudah terlanjur tercipta dalam
angan-angan maka cinta bisa sangat menyakitkan dan menimbulkan penderitaan yang
luar biasa.
SUMBER :